Cara Membiasakan Dalam Merangsang Kemampuan Anak Supaya Cepat Bicara

Category : Uncategorized
Cara Membiasakan Dalam Merangsang Kemampuan Anak Supaya Cepat Bicaraby Mallyon.Cara Membiasakan Dalam Merangsang Kemampuan Anak Supaya Cepat BicaraTerlambat berbicara adalah masalah yang paling sering dikeluhkan orang tua terhadap si kecil. Umumnya anak terlambat berbicara bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti segi kelainan perkembangan bicara, gangguan pendengaran, disabilitas intelektual ataupun karena minimnya komunikasi dari orang tua. Itu sebabnya, anak perlu bantuan dan stimulasi dari para orang tua untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Berikut lebih dari […]

Terlambat berbicara adalah masalah yang paling sering dikeluhkan orang tua terhadap si kecil. Umumnya anak terlambat berbicara bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti segi kelainan perkembangan bicara, gangguan pendengaran, disabilitas intelektual ataupun karena minimnya komunikasi dari orang tua.

Itu sebabnya, anak perlu bantuan dan stimulasi dari para orang tua untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Berikut lebih dari satu tips yang bisa Anda melaksanakan untuk merangsang stimulus di dalam mengembangkan kebolehan berbicara anak.


1. Ajak si kecil berkomunikasi

Mulailah berbicara dengan si kecil saat ia baru lahir, perihal ini dilakukan untuk merangsang indra pendengarannya sejak dini. Nah, saat anak udah merasa bisa mendengar dan melihat secara jelas, sebagai orangtua Anda mesti udah merasa mengajak si kecil berinteraksi dan berbicara kapan pun dan di mana pun.

Jangan lupa beri perhatian sambil menatapnya kala si kecil mulai mengoceh. Buatlah diri Anda seekspresif mungkin, agar memancing respon gelak tawa si kecil dan suara yang dikeluarkan “ala bahasa bayi”.


2. Belajar sambil bermain

Bermain adalah cara paling ampuh untuk mengajak anak berinteraksi sambil mengimbuhkan pelajaran terhadap anak agar lebih tanggap atas apa yang Anda ucapkan. Contohnya, Anda bisa memakai sarana mendongeng dengan menceritakan berbagai macam style cerita sebelum tidur dan saat kala luang.

Selain itu, Anda termasuk bisa merangsang stimulus otaknya dengan musik. Anda bisa memutar lagu anak-anak di dalam wujud audio dan visual dari ponsel, DVD, acara TV, ataupun sarana lainnya.

Jangan lupa untuk mengajaknya berjoget dan bertepuk tangan agar menaikkan keceriaan dan stimulus si kecil. Jika ini dilakukan secara rutin, lambat laun anak pasti akan mencoba menirukan suara dan lirik lagu yang sering dinyanyikannya.

Ketika anak udah merasa bosan, Anda termasuk bisa mengajak bermain si kecil dengan gambar-gambar pada flash card, puzzel, ataupun benda-beda lain yang punyai wujud dan gambar menarik. Ajak termasuk si kecil bermain tebak-tebakan bagian tubuh dengan bertanya di mana letak hidung, mata, kuping, mulut.


3. Ajukan pertanyaan yang lebih banyak

Jika anak udah merasa mengeluarkan “bahasa ala bayi”-nya, dan berikan beragam respon, jangan curiga untuk menanggapinya. Anda mempertegas apa yang si kecil ucapkan dengan mengajukan pertanyaan yang lebih banyak agar amat mungkin anak mengimbuhkan respon.

Contohnya jikalau anak menghendaki minum ataupun mandi, Anda bisa berpura-pura bertanya maksud ocehannya sambil tertawa atau tersenyum. Meskipun respon jawaban yang Anda dapatkan tidak sadar atau lebih-lebih tidak Anda pahami, Anda harus senantiasa meresponnya.

Anda bisa mensiasatinya dengan mencoba ulangilah apa yang si kecil katakan untuk memperjalas maknanya, tetapi gunakanlah kata yang sadar dan benar secara berulang-ulang agar si kecil mudah mencerna dan terbisa dengan kata kata mutiara tersebut. Bukan malah merespon balik dengan memakai “bahasa ala bayi”.


4. Ajak anak bersosialisasi

Banyak sekali alasan di balik anak terlambat  bicara. Salah satunya yang sering terjadi adalah anak Anda risau dan malu jikalau bertemu orang baru yang jarang dia jumpai. Oleh karena itu, Anda mesti sering mengajak anak bersosialisasi dengan lingkungan di luar rumah.

Kenalkan si kecil dengan teman-teman sebayanya, fungsinya agar anak jadi biasa berjumpa dengan banyak orang tak hanya keluarga di rumah. Selain itu, si kecil akan cepat studi dari anak lainnya, entah dari segi cara bermain, cara berbicara, dan cara berinteraksi.


5. Lakukan terapi

Jika sampai usia 3 tahun anak belum bisa berbicara dengan sadar dan masih terbata-bata, sebaiknya Anda langsung melaksanakan terapi. Seperti dikutip dari Kompas, dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi mengatakan jikalau Anak tidak segera meraih terapi terhadap usia empat tahun menjelang masuk TK, anak akan rentan bisa mengalami stres dan tantrum karena susah untuk menerjemahkan keinginan mereka.

Avatar for Mally

Author: 

Related Posts